Thursday, May 7, 2020

RAHASIA TULISAN VIRAL







*APA RAHASIA AGAR ORANG MAU MEMBACA TULISAN ANDA?*
Oleh: Abdullah Makhrus, S.Pd.

Tahukah Anda bahwa jika Anda lama tidak menulis, maka itu akan membuat banyak ide cemerlang akan menguap begitu saja. Ya, inilah insight yang saya dapatkan dengan guru menulis saya Abah Much. Choiri atau biasa disapa Abah Emcho pada  14  Desember 2019 lalu di kantor  Pak Eko Redjo, Bapak Kepala Sekolah SMAN 3 Sidoarjo sekaligus seorang penulis buku.

Salah satu oleh-oleh yang saya kenang adalah sebuah pesan yang sangat menarik dari Abah Emcho. Beliau berpesan bagaimana agar tulisan kita menarik maka yang harus menjadi fokus tulisan sebelum kita menulis haruslah mengandung pesan buat penulis itu sendiri. Apa pesan itu? Ya, pesan itu berbunyi *TULISLAH APA YANG INGIN DIBACA PEMBACA, BUKAN YANG INGIN ANDA TULIS*

Hal ini senada dengan tulisan guru menulis online saya yaitu kang Dewa Eka Prayoga. Beliau mengutip hasil penelitian Jonah Berger yang tertuang dalam bukunya “Contagious: Why Things Catch On”. Setelah Kang Dewa melakukan uji coba selama lima tahun ternyata ramuan tulisan yang dia buat selalu berdampak signifikan berupa efek viral.

Mau tahu rahasianya? Rahasia itu terangkum dalam singkatan STEPPS (Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value, & Stories). Kita akan coba bahas satu persatu. Jika belum selesai tulisan ini, kita sambung di episode berikutnya.
Untuk memudahkan pemahaman pembaca.  Kira-kira jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:
1. Kebanggaan Diri(Social Currency)
2. Mudah Diingat(Triggers)
3. Topiknya Populer(Public)
4. Emosional (Emotion)
5. Gampang Dipraktikkan(Practical Value)
6. Cerita(Stories)

*Pertama*, *Kebanggaan Diri*.
Ini artinya orang akan merasa bangga ketika menshare tulisan yang Anda buat. Sehingga kita hendaknya berupaya menghadirkan sebuah tulisan yang membuat mereka bangga.


Salah satu caranya adalah dengan *membahas hal-hal positif dan bermanfaat buat orang lain*.
Ketika Anda mampu menulis yang positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Maka otomatis orang akan sukarela membagikan tulisan Anda. Sebagai contoh, Anda menulis pengalaman Anda saat Anda berhasil sembuh dari sakit keras seperti kanker atau tumor.
Termasuk tulisan rahasia sehat dengan herbal ketika kita melihat fenomena banyak orang sakit hari ini. Anda juga bisa menyematkan tulisan tentang sebuah renungan kehidupan, kata motivasi, kutipan hadis atau ayat Al Quran. Tulisan semacam ini biasanya disukai kawan-kawan Anda.

Cara lainnya adalah *Tulis sesuatu yang baru dan belum pernah ada*. Kali ini Anda harus berusaha untuk  memikirkan sesuatu yang memang betul-betul baru, unik, dan “makjleb” bagi pembaca. Misalkan cerita bergambar, spot foto yang unik dan Anda mengulasnya. Atau Anda menemukan lokasi rekreasi terbaru yang jarang dikunjungi orang. Yang pasti, selain unik dan baru, semua yang Anda tulis harus membuat mereka berkata dalam dirinya, “Gila! Ini keren banget”.

Setelah itu tulislah di sosial media, Facebook atau Whatsapp misalnya. Setelah itu Anda lakukan, jika dibaca oleh pembaca, maka kemungkinan besar mereka akan mensharenya. Kenapa? Karena baginya, itulah yang mereka pikirkan dan rasakan.

Karena dua penyebab itulah kenapa hingga saat ini Website Google menjadi salah satu platform website paling sederhana namun paling terkenal di dunia. Karena ia memiliki sebuah konsep memberikan dampak yang positif dan bermanfaat bagi banyak orang yang ingin mencari informasi tanpa ribet.Sekaligus unik karena tampilannya hanya memiliki satu tombol search dan satu kolom kotak untuk meulis apa yang ingin dicari orang.

Ini persis sebuah prinsip yang ditanamkan Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah pesan singkat  *خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ*
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

AbdullahMakhrus, [29.12.19 06:36]
Ketika kita memberikan manfaat kepada orang lain, sesungguhnya manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Termasuk ketika kita menulis sesuatu yang bermanfaat buat pembaca Sebagaimana Allah Jalla wa ‘Alaa juga berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Nah, sudah ketemu kan korelasinya sebuah pesan *Tulislah Apa Yang Ingin Dibaca Pembaca, Bukan Yang Ingin Anda Tulis?*

Rahasia kedua agar tulisan kita ingin selalu dinantikan pembaca, insyaAllah akan kita bahas di episode berikutnya. Saling mendoakan ya agar kita selalu sehat dan selalu sempat melakukan kebaikan kecil dan berdampak manfaat buat saudara-saudara kita. Termasuk aktif kembali menulis sesuatu yang bermanfaat agar menjadi jariah yang bisa kita petik di akhirat. Aamiin. InsyaAllah

*) Abdullah Makhrus adalah penulis artikel bebas sekaligus penulis buku antologi berjudul *New Class New Soul*

Wednesday, May 6, 2020

Pembelajaran Jarak Jauh yang Menyenangkan




Pembelajaran Jarak Jauh yang Menyenangkan
Oleh: Abdullah Makhrus, S.Pd.

  Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya meniadakan ujian nasional (UN) 2020 dengan pertimbangan virus corona COVID-19. Mendikbud Nadiem Makarim merubah tata cara belajar di SMP, SMA, dan SD dengan konsep belajar jarak jauh. Kebijakan tersebut dituangkan dalam surat edaran (SE) No.4 tahun 2020 yang diteken tanggal 24 Maret 2020 (cnbcindonesia.com).

MENULIS DAN RAMADAN



MENULIS DAN RAMADAN

Bulan Ramadan yang baru saja tiba menjadi tamu agung tersendiri bagi kita termasuk saya. Mengapa? karena di setiap event Ramadan akan selalu manjadi waktu yang paling ampuh untuk menjadi pamantik bagi setiap orang orang untuk berlomba, berburu dan berupaya melipatgandakan kebaikan dalam dirinya.

Saat Ramadan? Ya.. tentu saja ini menjadi waktu yang paling tepat bagi setiap muslim untuk memanfaatkan sebaik-baiknya momentum ini untuk melejitkan potensi dirinya. Termasuk didalamnya melejitkan kemampuan dalam menulis. 

Kenapa harus menulis? Masih ingat kan tentang perintah Allah ayat pertama kali yang turun yaitu kata IQRO’(bacalah) sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an di surah Al ‘Alaq : 1 yang artinya ” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,”. Nah pertanyaannya, jika ada perintah untuk membaca berarti kan harus ada yang di baca. Betul kan? Nah apa yang bisa dibaca? Tentu sebuah tulisan. Namun tidak sembarang tulisan karena tulisan mampu mengubah sebuah peradaban. Itulah kata kang Tendi, seorang penulis  di kelas KMO(Kelas Menulis Online) yang pernah saya ikuti.

Menulis mampu mengubah peradaban? Hmm… ini adalah sebuah statement yang menarik. Dimana kaum muslimin dahulu pernah merajai sebuah peradaban dan itu bisa dilacak dari banyaknya kitab-kitab fiqih maupun ilmu pengetahuan karya ulama dan ilmuwan muslim yang hobi menuliskan karyanya. Sebut saja imam bukhori, imam tirmidzi, al khawarizmi, dan ilmuwan muslim lain yang karyanya masih bisa kita baca dan nikmati hingga saat ini. Andaikata mereka tidak menuliskan karya mereka tentuah kita tidak bisa belajar islam dan ilmu pengetahuan hasil karya mereka.

Nah kita yang belum mampu mengungguli kehebatan karya mereka tidak ada salahnya jika kita mencoba menulis untuk mewarisi kemampuan menulis sebagaimana karya besar sekaliber mereka. Ya… meskipun tidak sama persis dan sehebat karya mereka, namun setidaknya kita mau memulai mengikuti jejak kebaikan mereka. 
Lantas kapan kita memulai menulis karya kita? Nah, kita bisa memulainya saat moment Ramadan hari ini menyapa kita. 

Menulis apa dong? Ya… kita bisa menulis apa saja yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi orang lain di sekitar kita. Apapun pengalaman, kemampuan dan keahlian yang kita miliki bisa kita tulis dan kita bagikan buat orang lain karena bisa jadi tulisan kita saat itu bakal menjadi jariah amal kita saat diamalkan orang lain.

Sepertinya sudah saatnya kita tidak sibuk dengan meng-share tulisan-tulisan orang lain apalagi  berbau hoax, fitnah dan ghibah masal yang justru menjadi jariah keburukan bagi diri kita sendiri. Na’udzubillah. Nah ayo kita belajar membuat tulisan kita sendiri. Ya… tulisan karya kita sendiri. Tulisan yang membawa arti dan memberi insipirasi buat orang lain hingga membuatnya dekat dengan ilahi Rabbi. Tentu tulisan itu akan menjadi ‘mesin jariah’ bagi penulisnya.  Masih ingat kan tentang hadis nabi yang ini nih…


”Orang yang menunjukkan suatu kebaikan balasannya seperti orang yang mengerjakannya”.
(Hadits Shahih, Riwayat at-Thabrani , Al-Bazar dan at-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami’ no. 3399).

Nah mumpung Ramadan sudah menyapa kita lagi, yuk sambut dengan membuat sebuah karya tulisan yang berarti dan akan menjadi prasasti kebaikan untuk diri sendiri dan memberi manfaat buat semua pembaca yang baik hati termasuk Anda yang membaca tulisan saya ini. 
Setuju kan? 